KONSEP IPTEKS DAN KEBUDAYAAN ISLAM

 

IPTEKS DAN PERADABAN ISLAM

IPTEKS merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni. Kata “ilmu” berasal dari bahasa Arab ‘ilm yang memiliki beberapa arti, antara lain pengetahuan, pengajaran, adat, pemberitahuan dan pendapat. Jamak dari ‘ilm adalah ‘ulum yang berarti science (ilmu pengetahuan), dan al’ulum yang berarti natural science (ilmu alam). Pengetahuan dan ilmu pengetahuan berbeda dalam maknanya. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui dan bersifat pendapat umum yang belum teruji secara teori kebenaran data nya. Sementara ilmu pengetahuan (scientific knowledge) adalah pengetahuan yang bersifat ilmiah, yang dihasilkan melalui proses penelitian, pembuktian, pengujian. Dengan ilmu pengetahuan kita dapat menemukan rahasia keagungan Allah yaitu dengan mengamati alam semesta beserta seluruh makhluk di dalamnya dan menyampaikan hasilnya kepada umat manusia.

Teknologi merupakan cara menerapkan ilmu untuk memanfaatkan alam demi kesejahteraan manusia, bukan sekadar alat canggih, melainkan hasil penerapan ilmu. Teknologi juga mencerminkan peradaban manusia setiap zamannya. Islam menerima teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan dan tidak menyebabkan kemaksiatan.

Seni adalah keindahan, seni adalah ekspresi dari ruhani dan budaya dari manusia. Seni lahir dari dorongan sisi terdalam manusia yang mengandung nilai-nilai keindahan. Islam menghargai segala kreatifitas manusia, baik yang lahir dari penghayatan kepada alam semesta ini, selama sejalan dengan fitrah manusia yang suci.

Peradaban islam (al-madaniyah al Islamiyah) mengandung kata adab, yang berarti kesopanan, akhlak, tata krama, dan juga sastra yang diatur sesuai syariat Islam. Peradaban sering dikaitkan dengan kebudayaan, tetapi keduanya berbeda. Kebudayaan mencakup ide, aktivitas, dan hasil karya manusia, sedangkan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang mencapai puncaknya, meliputi unsur-unsur yang halus, tinggi, dan luhur.

Kaitannya dengan berbagai definisi di atas, yang dimaksud peradaban Islam adalah peradaban orang-orang muslim atau peradaban manusia yang diilhami dan dilandasi oleh nilai-nilai ajaran Islam yang universal, dalam lapangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, yang didedikasikan bagi kepentingan dan kemaslahatan umat manusia di muka bumi ini

Tanda wujudnya peradaban, menurut Ibnu Khaldun adalah berkembangnya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai wujud peradaban manusia, dapat diterima Islam jika sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma ajaran Islam. Prinsip-prinsip peradaban Islam merujuk pada sumber ajaran Islam, yaitu :

1.      Menghormati akal

2.      Memotivasi untuk menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan

3.      Menghindari taklid buta

4.      Tidak membuat pengrusakan

Sebelum peradaban Islam lahir, telah ada peradaban-peradaban besar dunia seperti peradaban Mesopotamia, Mesir Kuno, Yunani, Romawi, Persia, India, dan China. Peradaban itu saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Perkembangan IPTEKS dalam Islam dimulai sejak masa Rasulullah saw, Khulafa Rasyidun, dan Bani Umayyah. Ilmu yang berkembang adalah ilmu-ilmu keagamaan. Selanjutnya pada masa Bani Abbasiyah, ilmu-ilmu non keagamaan seperti matematika, kedokteran, astronomi, fisika, dan kimia berkembang pesat karena beberapa faktor di antaranya adalah penejemahan karya Yunani dan Persia ke dalam bahasa Arab, didirikannya lembaga pusat pengembangan keilmuan yang terkenal dengan nama Bait al-hikmah, dan adanya sikap kritis dan ilmiah dari para ilmuwan muslim.

Agama dan budaya adalah dua bidang yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, namun keduanya berbeda. Agama bernilai mutlak dan tidak berubah .Sementara budaya, sekalipun berdasarkan agama dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Islam sebagai agama lebih dari sekedar budaya dan peradaban. Islam merupakan sumber kebudayaan dan peradaban. Islam bukanlah kebudayaan, melainkan dapat melahirkan kebudayaan. Jika kebudayaan adalah cipta, rasa dan karsa manusia, maka Islam adalah realitas pewahyuan dari Tuhan, Allah Swt.

Alquran membantu manusia mengungkapkan peradaban masa lalu untuk dijadikan sebagai bahan pelajaran dan agar manusia senantiasa melakukan dialog dengan peradaban-peradaban sebelumnya. Bangsa yang berjaya sering memengaruhi peradaban lain, sedangkan bangsa yang mundur cenderung terpengaruh. Umat Islam perlu memahami identitas peradabannya sendiri terlebih dahulu.

 

Komentar