AKHLAK ISLAM

 

AKHLAK ISLAM

Kata ‘akhlak’ yang berasal dari bahasa Arab al-akhlaq adalah bentuk jamak dari kata al-khuluq menurut berarti al-thabi’ah, artinya: tabiat, watak, pembawaan atau al-sajiyyah, artinya: tabiat, pembawaan, karakter. Yaljan menyimpulkan bahwa al-khuluq memiliki tiga makna, yaitu:

1) kata al-khuluq menunjuk pada sifat-sifat alami dalam penciptaan manusia yang fitri yaitu keadaan yang lurus dan teratur

 2) akhlak juga menunjuk pada sifat-sifat yang diupayakan dan terjadi seakan-akan tercipta bersamaan dengan wataknya

3) akhlak memiliki dua sisi, sisi kejiwaan yang bersifat batin dan sisi perilaku yang bersifat lahir

Akhlak bukan hanya terlihat dari perilaku lahiriah, tetapi juga dari sikap batin saat melakukannya. Akhlak tidak sekadar bergantung pada sifat bawaan, melainkan harus diupayakan agar berkembang dan mewarnai kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, akhlak mulia adalah perilaku yang didasari niat ikhlas untuk meraih rida Allah Swt.

Kata karakter (inggris = character) berasal dari bahasa Yunani charassein  (“to engrave”) yang berarti "mengukir" atau "melukis". Dalam Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai tabiat, sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang. Karakter identik dengan kepribadian, yaitu ciri khas seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan dan bawaan sejak lahir.

Karakter terdiri dari tiga aspek utama yang saling terkait: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Karakter mulia mencakup mengetahui kebaikan (knowing the good), berkomitmen pada kebaikan (desiring the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Tiga pilar karakter ini harus menjadi kebiasaan atau habbit dalam pikiran, hati, dan tindakan. Karakter mencakup pengetahuan, sikap, motivasi, perilaku, dan keterampilan.

Dalam perspektif Islam, karakter atau akhlak mulia merupakan buah yang dihasilkan dari proses penerapan syariah (ibadah dan muamalah) yang dilandasi oleh fondasi akidah yang kokoh. Ibarat bangunan, karakter/akhlak merupakan kesempurnaan dari bangunan tersebut setelah fondasi dan bangunannya kuat. Jadi, tidak mungkin karakter mulia akan terwujud pada diri seseorang jika ia tidak memiliki akidah dan syariah yang benar. Baik dan buruk karakter manusia sangat tergantung pada tata nilai yang dijadikan pijakannya.

Akhlak atau karakter dalam Islam dibagi menjadi dua bagian, yaitu karakter terhadap Khaliq (Allah Swt.) dan karakter terhadap makhluq (makhluk/selain Allah Swt.). Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk berkarakter mulia terhadap Allah Swt. dan Rasulullah saw. Islam juga mengajarkan kepada setiap muslim untuk berkarakter mulia terhadap dirinya sendiri, keluarganya, tetangganya, masyarakatnya, dan terhadap lngkungannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP IBADAH DALAM ISLAM

KONSEP PERNIKAHAN DALAM ISLAM

SISTEM EKONOMI ISLAM