KONSEP PENDIDIKAN ISLAM

 

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan (tarbiyah) secara bahasa mempunyai asal makna tumbuh (nãma), berkembang (nasyaa ), dan memperbaiki (ashlaha). Tarbiyah berarti menumbuhkembangkan potensi individu sedikit demi sedikit dengan latihan–latihan sampai potensi individu tersebut dapat mencapai kesempurnaan. Jika dihubungkan dengan agama Islam, Pendidikan memunculkan makna tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Ketiga istilah ini harus diwujudkan secara bersama-sama. Karena ketiga makna itu ada keterkaitan dengan makna yang dalam menyangkut peran manusia dan masyarakat, serta peran manusia dalam lingkungan dan pengabdian pada Tuhan.

Tujuan pendidikan Islam harus mampu menjawab terciptanya pribadi-pribadi hamba Allah Swt. yang bertakwa, pribadi yang mampu mengelola kehidupan lebih maju dan bijak, pribadi yang peduli dengan lingkungan alam dan sesama dengan semangat kerahmatan, dan pribadi yang mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Tujuan nya agar mendidik pembentukan akhlak mulia yang mengarahkan pada kerahmatan dan bukan nya untuk merusak atau berbuat kejahatan.

Menurut Ainain tujuan pendidikan didasarkan pada 4 pilar berikut:

1.      Pilar ruhiyah / spiritual

Pilar ini berkaitan dengan menyadari eksistensi Allah Swt., sebagai sesuatu yang sangat agung dan tinggi. Keimanan bukan semata pengetahuan formal saja, namun harus mampu menghiasi hatinya agar mampu menumbuhkan rasa cinta, tunduk, pasrah terhadap semua perintah Allah SWT.

2.      Pilar ubudiyah

Manusia dalam berkehidupan, baik secara pribadi dan keluarga, menjaga kebaikan diri dan lingkungan, serta bergaul dengan sesama manusia senantiasa berpegang pada prinsip hukum tertinggi yang dibuat Allah SWT.

3.      Pilar fardiyah / pribadi

Pilar pribadi ini berkaitan dengan bagaimana agar pendidikan mampu mengoptimalkan pembinaan dan pengembangan potensi manusiawi secara total, baik akal, akhlak, jiwa, fisik, keindahan, dan kemampuan sosial

4.      Pilar fardun fil mujtami

Pilar ini berkaitan dengan bagaimana agar pendidikan mampu menumbuhkan potensi individu yang sekaligus menyadari posisinya tidak bisa lepas dari tugas kehidupan ditengan sosial kemasyarakatan.

Pendidikan yang dapat dikenakan pada manusia adalah untuk mengembangkan potensinya agar dapat menanggung tugas kekhalifahan. Tanpa dididik dengan baik manusia manjadi tidak berkembang. dan tanpa pengetahuan dan kemampuan berpikir yang benar manusia tidak mungkin menjalankan tugas kekhalifahan.

Para pemikir pendidikan Islam mengklasifikasi substansi manusia menjadi dua bagian. Bagian yang pertama adalah mady (badan) dan ghairu mady (akal, jiwa, dan hati), atau manusia terdiri dari jasad dan ruh. Kedua unsur ini adalah fitrah manusia yang akan dapat digunakan untuk saling menyempurnakan kehidupan.

Manusia memiliki badan yang memiliki kebutuhan akan kesenangan, pekerjaan, dan sahwat dan perangkat kebutuhan yang akan menyempurnakan aspek fisiknya. Namun manusia juga memiliki unsur berupa ruh, qalb, ‘aql, dan nafs. unsur ini terbentuk dari aspek yang sangat tinggi, yakni dari Dzat Allah Swt. Ruh lebih dekat dengan kehidupan yang kekal dan tidak terlihat oleh indra manusia. Sedangkan  akal merupakan kekuatan indra manusia yang diberikan oleh Allah Swt. pada manusia sebagai dasar pertimbangan tanggung jawab pada perbuatannya. Jiwa  merupakan kekuatan untuk berkehendak yang dapat mengarah pada kebaikan maupun keburukan, dan hati adalah kekuatan ruhiyah, digunakan untuk ber-tafaqquh dan menentukan baik dan buruk perilaku.

Manusia itu mempunyai fungsi ganda, sebagai khalifah dan sekaligus sebagai ‘abd / hamba. Untuk terciptanya kedua fungsi tersebut yang terintegrasi dalam diri pribadi muslim, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pribadi muslim kepada tujuan akhir pendidikan yang ingin dicapai. Beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam mengembangkan model pendidikan yang mencerahkan sebagai berikut :

1.      Tarbiyah Syamilah Takamuliah: Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan seluruh aspek manusia secara utuh (fisik, jiwa, akal, hati, dan ruh) serta saling melengkapi antar aspeknya.

2.      Tarbiyah Mutawazzinah: Pendidikan harus seimbang antara kebutuhan duniawi dan akhirat, menciptakan kebahagiaan hidup yang utuh dan hakiki.

3.       Tarbiyah Sulukiyah wa ‘Amaliah: Pendidikan bertujuan membentuk kepribadian fungsional, mengintegrasikan konsep dalam perilaku nyata serta keterampilan hidup.

4.      Tarbiyah Fardiyah Ijtima’iyah: Pendidikan membentuk individu yang unggul untuk mewujudkan masyarakat ideal, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan individu.

5.      Tarbiyah Dlamir al-Insan: Pendidikan mendidik hati manusia, menumbuhkan kepekaan, introspeksi, dan kedekatan dengan Allah Swt.

6.      Tarbiyah Fitriah Ghariziah: Pendidikan membantu individu selaras dengan fitrahnya yang bertauhid, memenuhi kebutuhan dengan cara yang terkendali.

7.      Tarbiyah ila al-Khair: Pendidikan diarahkan untuk mencapai kebaikan akhir, menciptakan kehidupan yang bermakna bagi diri, masyarakat, dan alam semesta, sejalan dengan tujuan manusia sebagai rahmatan lil ‘alamin.

8.      Tarbiyah Mustamirah: Pendidikan berlangsung sepanjang hayat, berkesinambungan, dan fleksibel sesuai dengan dinamika kehidupan.

9.      Tarbiyah Kulliyyah: Pendidikan bersifat universal untuk semua manusia tanpa memandang ras, budaya, atau bangsa.

10. Tarbiyah Muhafzhah wa Mujaddidah: Pendidikan mengintegrasikan nilai-nilai wahyu dengan pengetahuan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman, tetap menjaga kebenaran sekaligus adaptif terhadap perubahan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP IBADAH DALAM ISLAM

KONSEP PERNIKAHAN DALAM ISLAM

SISTEM EKONOMI ISLAM